Hari ini aku bertemu dua malaikat

c2a4999a18b2e535434942148a5bd39e
Side A
Ketika aku bertanya tentang masa depan, sang pria menengadahkan wajahnya ke langit dan tersenyum.
ia bercerita tentang bulan desember, orang tuanya dan orang tua sang wanita.

Side B
Ketika aku bertanya tentang masa depan, sang wanita malu-malu dan tersenyum.
ia bercerita tentang hari ini, 5 tahun dan 10 tahun yang akan datang.

Masa depan akan selalu disandarkan pada-Nya.
Terlepas dari berjodoh atau tidak, kedua sahabatku itu adalah sebuah inspirasi.
:)

Seseorang di depan PAU

Sosoknya kurus. Dari belakang hanya terlihat rambutnya yang hitam kecokelatan agak basah panjang terurai. Jalannya tegap, tapi kutahu pandangannya lurus kebawah. Kaus hitamnya agak kebesaran. Jaket jeans biru pudar digantungkan asal-asalan di lengan kirinya. Sepuntung rokok terselip disela-sela jemarinya yang kurus. Sesekali ia isap. Dari samping terlihatlah wajah yang tirus, cantik, dan earphone berwarna putih yang menyumbat telinga.

Foggy and Serene

Keenan membuka jendela kamar kosnya lebar-lebar. Tempat ini butuh angin segar setelah seharian tertutup dan terpapar panas matahari siang. Ia menimang-nimang amplop itu, bertanya-tanya adakah surat itu menjadi angin segar berikutnya. Keenan menggeleng sendirian, seolah menyesali pikirannya sendiri. Ia lelah berharap.

-halaman 193

Podium Tanpa Telinga


Ingatlah lampu masih menyorot keringatmu, mikrofon masih setia nangkring di depan bibirmu.

Dimensi ruang berubah dengan konstan. Dimensi waktu berganti setiap jantungmu berdetak. Namun dimensi vertikal akan selalu sama, isinya hanya kau dan Tuhanmu. Skenario akan tetap sama pula, yang berganti hanyalah aktornya.

Jangan menanti lampu sorot itu tak lagi mengarah padamu, jangan menanti mikrofon tak lagi di tanganmu.