Knowledge

“As a photographer, we take photographs. Sebisa mungkin, apa saja yang bisa dihasilkan dengan menggunakan kamera, gunakanlah kamera. Composition, lighting, angle, etc, that’s part of the knowledge. And that’s also why a person is called a photographer, not a photoshoper.” – what I learned from 2 experts saying in front of me.

Shanghai Shadow: Behind the scene

This post is about behind the scenes of my latest photo session with Gita and Helin, Shanghai Shadow.

I use 2 main lights and one of them is a D.I.Y lighting:
I went to electric shop, bought a reflector, 5m wire and a power plug. Then I asked two of my friends to help me build it :3

I actually aimed for a pale-washed-out theme with a dreamy look, but the wardrobe wasn’t available at that time and the lighting didn’t do the work as I expected before.
I was still eager to use the shadow concept, so I change how I do the concept.
So, we was thinking about changing the white bulb with the yellow ones, and then we use plastics to create various color. It turned out to be a… well I don’t know how to say it, I feel a retro ambience in this session because of the colorful lights that i was using. And did you see the small eyes the models had? That’s exactly how the word ‘Shanghai’ popped out of my head.
And the expression! Before the photo session, I e-mailed them a preproduction concept, it was a few set of pictures with gestures, mood and the expression how I want them to portray. Gita and Helin did a great thing :)

“Mempertanyakan kenapa seseorang memotret kepala kecoak sama saja seperti mempertanyakan kenapa komposer mengarang lagu & kenapa penyair membuat puisi.” Nurinda, 2012.

Fashion Photography – updated

Without any doubt, i’m saying that yesterday was a total awesomenessss! :D

Dalam sebuah acara workshop, saya berkesempatan untuk memotret Julia, Russia’s Next Top Model. Memotret model profesional internasional was beyond my wildest dream. Rasanya? Wah, saya bingung kalo ditanya rasanya gimana, hahaha. Bahkan sampe tadi malam saya masih speechless saking senengnya.
Belum tau Julia? Berikut adalah foto-fotonya pas jadi peserta Russia’s Next Top Model:


Semua bermula dari 2 minggu yang lalu saat sebuah e-mail masuk ke inbox saya mengabarkan prihal diselenggarakannya Seminar dan Workshop yang bertemakan Fashion Photography. Satu orang yang terlintas di kepala saya adalah Dira, seorang teman yang fashionable dan juga suka motret. Buat saya sendiri, saya tergiur HTM yang ‘mahasiswa banget’ karena disaat yang bersamaan saya dapet kabar adanya acara lain yang serupa tapi harganya 4kali lipatnya dan itu bisa mencederai dompet saya. Kemudian kami daftar, bayar, dan sabtu kemarin jadilah kami berdua hadir di ruang auditorium itu.

Acara dimulai pukul 9 dan dimulai dengan presentasi perwakilan Oktagon mengenai produk lighting Profoto. Suasana memanas saat keynote speaker, Julius Bramanto, naik ke panggung. Julius Bramanto adalah seorang fotografer profesional yang karyanya sudah beredar di berbagai majalah fashion ternama di dalam maupun luar negeri, sebutlah Harper’s Bazaar, Elle, Amica, Clara, Cosmopolitan dan Esquire. Selain itu banyak proyek lainnya yang telah ia tangani. Di seminar itu, ia banyak bercerita mengenai behind the scene karya-karyanya, seperti konsep apa yang dibawa, bagaimana ia mengeksekusi, sampai cerita pengalaman bekerjasama dengan model yang ngambek nangis dua jam di WC. Fotografi itu art dan jadikanlah karya kita stand-out dibandingkan dengan yang lain. Kalo bisa sejak dari thumbnail itu udah keliatan menarik. Kemudian acara dilanjutkan dengan demo foto.

Setelah demo foto, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok nantinya bergiliran masuk ke 3 kelas yang sudah disulap jadi studio mini, lengkap dengan background, lighting, dan model di masing-masing tempat. Tema tiap studio pun berbeda, ada Classic, Glamour, dan Androgyny. Yang ini adalah hasil dari kamera sayah :3




Setelah workshop, diadakan sesi tentang make up artist dan stylist yang dibawakan oleh Rajasa Pramesywara.

Behind the scene:



The goodie bag:






Di studio glamour & androgyny, kami menggunakan continuous light untuk lighting, sedangkan di studio classic kami menggunakan trigger ini.

Mungkin kalau di acara workshop studio semacam ini, para pengguna kamera Sony Alpha seringkali dibecandain gara-gara hot shoe kamernya berbeda sehingga ngga bisa make trigger yang disediain panitia. Ngeselin ya hahaha! Tapi tenang aja, tinggal beli hot shoe adaptor kok :) tersedia di kaskus, ini contohnya yang punya saya:

Selalu siap sedia adaptor ini untuk acara apapun! :D

5 Tips For a Better Portrait Photography

portraitBerikut adalah tips-tips untuk memotret model yang bukan model profesional. Tips ini di luar hal-hal teknis ya. Untuk urusan bukaan, speed, white balance, pake lensa apa, blah blah itu udah banyak yang bahas, silakan hubungi oom gugel, oke.

Nah, yang penting adalaaaaah:

Pastikan model merasa nyaman.

that’s it. build the atmosphere.
berikut adalah tips-tips yang bisa digunakan:

1. Minta model membawa benda favoritnya.
Misalnya handphone, buku notes kecil atau agenda, botol minum, pena, boneka, aksesoris, dll. Sesuatu yang ‘dia banget’. Dengan menghadirkan sesuatu yang familiar, model bisa lebih rileks dan bisa menjadi dirinya sendiri.

2. Salam. Senyum. Ajak ngobrol.
Untuk ini, saya bagi model menjadi dua kategori besar (mungkin ada tipe lainnya, but let’s focus on these ones):
– Model-Sudah-Tahu
Maksudnya, model udah tau bagian mana dari dirinya yang bagus untuk difoto, sehingga diapun dengan mudah rileks dan percaya dengan dirinya sendiri.

– Model Pemalu
Intinya adalah gimana caranya untuk bikin si model lupa kalo dia sedang dipotret sehingga ekspresi yang muncul pun lebih natural. Ekspresi itu ngga perlu dibuat-buat kok, karena sesuatu yang muncul dari hati pasti sampai ke hati pula :). Oke, jujur, buat saya pribadi ini adalah poin yang agak susah: ngajak ngobrol model. Ketika saya fokus pada komposisi, momen yang pas, settingan warna yang saya inginkan, di saat yang bersamaan harus menyimak pembicaraan pula (I’m not very good at multitasking, but I always try my best ;_;).
Tapi tenang aja, ini bisa disiasati kok, hehehe.
a) Dengan meminta si model membawa teman dekatnya sehingga mereka bisa asik ngobrol, dan kita pun bisa asik jeprat-jepret. Kalo ngga ada, mungkin bisa pilih alternatif berikutnya:
b) Punya rekan-buat-ngajak-ngobrol-model: entah itu stylist, make up artist, atau bahkan temen lain yang seneng ikut motret-motret. Tapi pastikan mereka orang yang supel ya :P

3. Pasang musik
Supaya suasana lebih menyenangkan! Jadi berasa di video klip :P

4. Tentu saja siapkan konsep dan tema cadangan

5. Have Fun. Enjoy B-)
Biarkan ide-ide fresh mengalir selama pemotretan.